Detik detik kepergian manusia tercinta.
' wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya, maka taati dan bertaqwalah kepadaNya.
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
...'Isyarat itu telah datang..isyaratnya sudah tiba, Rasulullah akan meninggalkan kita semua.'
keluh sahabat kala itu.
Tetapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
'Engkau tidak senang mendengar kabar ini ?' tanya jibril lagi.
detik2 semakin dekat, saatnya izrail melakukan tugas..
Sebentar kemudian terdengar Rasullullah merintih, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
Amin.
Detik detik Rasulullah SAW menghadapi sakratul maut.
Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benarnya cinta yang dicontohkan Allah melalui Rasul-Nya.
Pagi itu,walaupun langit mulai menguning, burung2 gurun engganmengepakkan sayap.
Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata memberikan khutbah
' wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya, maka taati dan bertaqwalah kepadaNya.
Kuwariskan dua perkara kepada kalian, Alquran dan sunnahku.'..
Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak ...orang2 yang mencintai ku, akan masuk syurga bersama2ku.'
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abubakar menatap mata itu dengan berkaca kaca, dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.
Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam2.
...'Isyarat itu telah datang..isyaratnya sudah tiba, Rasulullah akan meninggalkan kita semua.'
keluh sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu hampir selesai menunaikan tugasnya didunia
Tanda2 itu semakin kuat, tatkala Ali dan fadhal dengan sergap menangkap Rasulullah yang ber
keadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Saat itu kalau mampu seluruh sahabat yang hadir pasti akan menahan detik2 berlalu.
Matahari kian tinggi, seluruh sahabat yang hadir disana pasti akan menahan detik2 berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.
.. sedang didalamnya Rasulullah sedang terbaring lemah dengan kening yang berkeringat membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba2 diluar pintu terdengar seorang berseru mengucapkan salam'
'Bolehkan saya masuk ..?' tanyanya.
tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'maafkan ayahku sedang demam.' kata Fatimah sambil membalikkan badan dan menutup pintu.
kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah, ' Siapakah itu wahai anakku ?', 'tak tahulah ayahku,orang sepertinya baru sekali inilah aku melihatnya. ' tutur Fatimah lembut.
Lalu , Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan menggetarkan seolah olah bahagian wajah anaknya hendak dikenang.
' ketahuilah , dia adalah yang menghapus kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan didunia.'
' dialah malaikat maut .' ...kata Rasulullah , Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri , tapi Rasullullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini.
'jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?'..tanya rasulullah dengan suara yang amat lemah.
' Pintu2 langit telah terbuka,para malaikat telah menanti ruh mu.'
'Semua Syurga terbuka lebar menanti kedatangan mu'. kata Jibril.
Tetapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
'Engkau tidak senang mendengar kabar ini ?' tanya jibril lagi.
' khabarkan padaku bagaimana nasib umatku kelak ..?'
' Jangan khawatir, wahai Rasul Allah,aku mendengar Allah berfirman kepadaku, Ku haramkan Syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad yang telah berada didalamnya.
detik2 semakin dekat, saatnya izrail melakukan tugas..
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat2 lehernya menegang.
'Jibril, betapa sakitnya sakratul maut ini.' perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam,Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
' jijikkah kau melihatku hingga kau memalingkan wajahmu Jibril ?.
' Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal?, ' kata jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasullullah merintih, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
' Ya Allah dahsyatnya maut ini.. timpakan saja semua siksa maut ini padaku, jangan pada umatku.'
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan ingin mengucapkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya....'uuushirkum bis shalati, wa maalakat aimanuku'
..peliharalah sholat dan orang2 yang lemah diantaramu...
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutup tangan diwajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan..'ummati..ummati.. ummati, umatku...'
Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu
Kini , mampukah kita mencintai sepertinya ?..
....Allahumana sholli a'ala Muhammad wa baarik wa Salim' alaihi '....
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita ...
ceritakan kepada sahabat2 muslim lainnya agar kita dapat terus belajar mencintai Allah dan RasulNya seperti Allah dan RasulNya mencintai kita.
Karena sesungguhnya selain dari pada itu hanyalah fana belaka.
Amin.
